Kau lepas pegangan tanganmu dari tanganku
Saat aku masih ingin menggenggam erat tanganmu
Kau lepas pelukanku saat ku peluk dirimu erat
Aku kini hanya bisa melihat punggungmu
Aku tak tahu bila saat itu aku harus kehilanganmu
Kini kau pergi... Melepas segala kenangan kita yang tersimpan
Kau meninggalkanku... Yang masih tak sanggup berdiri tanpamu
Kau pergi tanpa kata dalam kesunyian itu
Kau tinggalkan aku yang menangis sendirian ditempat itu
Aku tak tahu... Harus dibawa kemana rasa ini
Haruskah aku menarik tanganmu agar kau tetap disini?
Haruskah aku menangis didepanmu agar kau tahu aku tak mau kehilanganmu?
Jangan pergi... Jangan jauh dariku...
Aku lemah tanpamu... Aku tak sanggup tanpamu
Jujurku masih mengharapmu... Mengharapmu masih disini bersamaku...
Jujurku masih bergantung padamu... Terlalu bergantung padamu...
Ku tak sanggup menahan sepiku sendiri... Sungguh tak sanggup...
Sayangku terlalu jauh padamu... Sungguh terlalu jauh...
Aku mohon jangan pergi... Jangan tinggalkan aku...
Aku tak mau hidup tanpamu, aku tak mau menangis kehilanganmu
Aku tak mau sendiri... Jangan lepaskan diriku ini
Diriku yang rapuh, lemah dan masih bergantung padamu...
Kumohon jangan pergi...
Jumat, 08 April 2011
Jangan Pergi
Diposting oleh Narin di 23.41 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Kamis, 07 April 2011
Larut
Kemarin malam...
Aku duduk sendiri disudut kamarku
Termenung dalam kesunyian malam yang sendu
Rintik-rintik hujan yang jatuh di atap rumah
Berirama senada denganm alunan senar gitar yang kupetik
Larutku dalam melodi-melodi sendu yang kubuat
Bersama dengan dinginnya malam yang memelukku
Aku bernyanyi dan mengingat sesuatu tentang dirimu
Suaraku yang serak memang tak senada dengan melodi yang kumainkan
Terasa sesuatu perasaan yang perih dalam hati ini
Mengapa? Aku pun tak tahu...
Aku terus bernyanyi dan memainkan gitarku
Rintik-rintik hujan telah berhenti, tapi aku belum berhenti bernyanyi
Aku termenung sendirian dimalam yang dingin itu
Hanya bisa bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi sendirian
Karena aku tak ingin mendengar suara kesunyian
Dan aku tak ingin menangis dalam kesunyian ini
Kemarin malam...
Aku duduk sendiri di sudut kamarku
Aku tetap memainkan gitarku dan menangis...
Walaupun rintik hujan telah berhenti membasahi malam itu...
Diposting oleh Narin di 22.50 0 komentar
Label: Puisi Gaje
29 Juli
Waktu terus berputar...
Takkan pernah berhenti untuk menangisi raga yang telah mati
Jiwa-jiwa penasaran berkelana mencari kepastian
Berusha menghentikan waktu dengan tangannya yang kering dan rapuh
Tidak bisa kembali ke raga karena telah hancur dilumat tanah
Aku duduk disamping pusaran bisu itu
Membatu menatap nisan tua kelabu itu
Bermimpi untuk menjadi bagian dari mereka
Dan berharap bisa menghentikan waktu agar semuanya membeku
Tiada siang yang begitu panas dan tiada malam yang begitu dingin
Semuanya menjadi kelabu dan suram tanpa warna...
Waktu terus berputar...
Meninggalkan luka-luka masa lalu yang tak terperi
Aku masih duduk membisu disamping pusara bisu itu
Berpikir bagaimana caranya memutar balik waktu yang berlalu itu
Memecahkan memori-memori pahit dan indah yang pernah kualami
Kutatap nisan kelabu itu dan tersenyum getir
Kutinggalkan setitik kenangan yang tersisa itu dan berharap takkan pernah terulang lagi
Pada hidupku dan hariku yang baru disana
29 Juli 1993-29 Juli 2020
Diposting oleh Narin di 02.45 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Sabtu, 02 April 2011
Lolongan Serigala Bodoh
Angin musim semi telah pergi...
Nyanyian musim panas telah berakhir...
Dedaunan musim gugur telah jatuh
Dinginnya musim dingin telah mencair...
Aku... Diriku...
Terdiam di dalam ruangan kamarku
Duduk sendirian menanti detik-detik Thanatos menjemputku pulang...
Aku sebenarnya tidak ingin makhluk kelam itu menjemputku!
Aku masih mau disini! Merasakan kehidupanku dan duniaku!
Hei...
Dengarkanlah laguku...
Lagu yang kubuat dengan nada-nada falset dan harmoni yang tak beraturan
Mungkin ini adalah lagu kematian untuk menyambut datangnya Thanatos yang kelam itu
Jam dinding pun berhenti berputar...
Mungkin dia pusing mendengarkan ocehanku yang tak karuan ini...
Bodoh! Apa karena penderitaanku ini, aku menjadi bulan-bulanan diriku sendiri!?
Apakah aku yang kalah oleh diriku sendiri berhak menjadi bulan-bulananmu!?
Otakku juga sedang berpikir!
Berpikir bagaimana caranya berlari dari kejaran kebodohanku dan bersembunyi di balik ketiak waktu untuk berubah!
Berpikir mencari jalan keluar yang terbaik tanpa menimbulkan masalah hidup!
Biarkan saja mereka yang mencaciku!
Biarkan saja mereka menyebutku bajingan!
Itu karena mereka saja yang tidak tahu! Tidak tahu kenapa aku berbuat seperti ini!
Dengar!
Apa yang kuperbuat ini atas dasar alasan yang belum kalian pahami!
Seenaknya saja menyebutku sebagai manusia yang tidak tahu malu!
Lihatlah dengan kedua mata telanjang kalian!
Kalau mau, akan kulumat dagingku sendiri didepan kalian!
Kuminum darah ayam cemani itu didepan mata kalian!
Agar kalian puas! Agar kalian tahu!!
Masalahnya...
Aku sendiri juga bodoh!
Kenapa aku tak mau menceritakannya...
Sebab... Aku tak mau mereka melolong mengolok-olok diriku!
Tapi biarlah...
Toh... Sekarang Thanatos sudah tiba.
Dia tersenyum penuh kelicikan kepadaku
Walaupun aku belum siap... Tapi ini memang sudah jalanku...
Diposting oleh Narin di 00.03 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Kamis, 31 Maret 2011
Jalan Kehidupan
Jalan didepan itu masih misteri...Harus terus melangkah agar tahu apa yang ada didepan
Mungkin saja jalan bercabang yang dimana harus memilih
Atau jalan yang buntu yang berarti akhir dari segalanya...
Tapi untuk membuktikannya harus melangkah terus
Dan jangan berhenti di tengah-tengah...
Kadang kala menginjak kerikil-kerikil yang tajam
Atau tersandung batu yang tersebar dijalan itu
Pernah juga terjatuh karena tak mampu menahan lelah dan letih...
Jangan pernah berpaling dari jalan itu
Mungkin saja seseorang menunggu didepan sana sembari mengulurkan tangannya
Menolong, berjalan, dan berlari bersama di jalan itu...
Harapan itu takkan hilang bila terus berusaha untuk mewujudkannya
Kesempatan datang dua kali dan jangan di buang atau disia-siakan...
Jalan didepan itu masih misteri...
Percayalah, pasti bisa bertemu walau dirasa mustahil
Teruslah melangkah, berlari dan jangan menoleh kebelakang
Biarkan angin semangat dan kekuatan mendorong punggung
Karena agar tahu apa yang ada didepan
Harus terus melangkah...
Diposting oleh Narin di 01.49 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Senin, 28 Maret 2011
Bangau-Bangau Kertas
Hei...
Masihkah aku ingat bangau-bangau kertas yang kuberikan padamu?
Mereka berwarna warni layaknya pelangi yang menghiasi langit...
Sayangnya... Mereka tak mampu terbang...
Walaupun mereka memiliki kedua sayap
Sama seperti aku...
Aku hanya manusia biasa...
Manusia biasa yang ingin mencintai orang secara sempurna
Tanpa kekurangan suatu apapun...
Walaupun semua itu hanya mimpi bagiku...
Masihkah kau ingat...
Bangau-bangau kertas yang kuberikan padamu?
Itu adalah tanda cintaku padamu...
Untuk selama-lamanya...
Diposting oleh Narin di 21.45 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Selasa, 25 Januari 2011
Home
Langkah - langkah kecil dijalan setapak yang berliku
Bagai sekawanan anak kijang yang berlari riang
Membawa segenggam keceriaan dan kebahagiaan
Hati berdebar saat melihat laut yang biru
Kesedihan kini berganti kebahagiaan
Hati yang dulu sempat kalut
Dalam kesepian yang merasuki saat jauh dari rumah
Kini semuanya ada disini, berkumpul jadi satu
Merasakan angin yang berhembus lembut
Anak kecil tertawa riang membawa kincir angin mainan
Berlari kecil menyusuri jalan kecil itu
Teringat saat masa kecil yang indah
Bermain bersama kelinci putih
Tidur di pangkuan ayah dan ibu
Bermain dengan hujan dibawah payung biru yang besar
Mendengarkan suara serangga yang bernyanyi tiap musim panas
Berburu kunang-kunang di malam penuh bintang
Rindu cinta yang membara dari tempat itu
Ucapkan "Selamat datang" saat aku pulang kerumah
Dan aku akan berkata "Aku pulang" ketika kalian menyambutku pulang
Kesendirian kini berganti kebahagiaan
Aku pulang membawa kerinduan yang mendalam
Kususuri jalan setapak itu yang berliku itu
Untuk menuju tempat yang kusebut "rumah"
Diposting oleh Narin di 02.02 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Jumat, 29 Oktober 2010
Sad Poem
Kau.... Janganlah menangis...
Aku memang harus meninggalkanmu
Bukan berarti aku takkan bersamamu...
Memang sungguh berat bagiku meninggalkanmu
Kau pasti juga begitu kan?
Kau tak rela aku harus meninggalkanmu sendirian
Kau tak rela berjalan tanpa aku
Tapi....memang inilah kenyataan
Tubuhku memang sudah tak bisa kau sentuh
Aku tak bisa memelukmu lagi
Aku tak bisa menghapus air matamu lagi
Aku juga tak bisa membelai kepalamu dengan lembut...
Sudahlah... Berhentilah menangis
Maafkan aku karena aku harus meninggalkanmu sendirian
Maafkan aku karena membuatku menangis atas kepergianku
Aku memang harus pergi... Aku memang harus menghilang
Tapi...bukan tak berarti aku harus bersamamu
Aku akan selalu bersamamu...
Walau aku tak tersentuh olehmu kini
Tapi....aku akan bersamamu dan menjagamu
Bersama angin yang membelaimu dengan lembut
Aku akan selalu menjagamu..... Selamanya
Diposting oleh Narin di 01.06 0 komentar
Label: Puisi Gaje
Kamis, 24 Juni 2010
Indahnya Dunia
Apa yang disebut taman yang paling indah adalah ketika kita bisa
membuat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia.
Apa yang disebut kesejukan yang paling sejuk adalah ketika kita bisa
di sisi orang yang kita sukai.
Apa yang membuat kita bisa berarti di mata orang yang kita sayangi
bukanlah pengorbanan kita untuk selalu disisinya atau pengorbanan kita
untuk selalu bersamanya.
Jangan jadi kan "pengorbanan" sebagai "alasan" untuk kita agar kita bisa berarti mata mereka!
Jangan jadikan "cinta" sebagai "alasan" untuk kita agar bisa berati di mata mereka!
Jadikan "dirimu" sebagai "alasan" untuk mereka bahwa kita sebenarnya "ada"!
Kita "ada" untuk mereka yang tidak "melihat" kita sebagai orang yang paling berarti untuk mereka>
PS : Ini puisi gaje bikinan saya sendiri
Diposting oleh Narin di 20.56 0 komentar
Label: Puisi Gaje
