THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label Puisi Gaje. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Gaje. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

Jangan Pergi

Kau lepas pegangan tanganmu dari tanganku
Saat aku masih ingin menggenggam erat tanganmu
Kau lepas pelukanku saat ku peluk dirimu erat
Aku kini hanya bisa melihat punggungmu
Aku tak tahu bila saat itu aku harus kehilanganmu

Kini kau pergi... Melepas segala kenangan kita yang tersimpan
Kau meninggalkanku... Yang masih tak sanggup berdiri tanpamu
Kau pergi tanpa kata dalam kesunyian itu
Kau tinggalkan aku yang menangis sendirian ditempat itu
Aku tak tahu... Harus dibawa kemana rasa ini

Haruskah aku menarik tanganmu agar kau tetap disini?
Haruskah aku menangis didepanmu agar kau tahu aku tak mau kehilanganmu?
Jangan pergi... Jangan jauh dariku...
Aku lemah tanpamu... Aku tak sanggup tanpamu

Jujurku masih mengharapmu... Mengharapmu masih disini bersamaku...
Jujurku masih bergantung padamu... Terlalu bergantung padamu...
Ku tak sanggup menahan sepiku sendiri... Sungguh tak sanggup...
Sayangku terlalu jauh padamu... Sungguh terlalu jauh...

Aku mohon jangan pergi... Jangan tinggalkan aku...
Aku tak mau hidup tanpamu, aku tak mau menangis kehilanganmu
Aku tak mau sendiri... Jangan lepaskan diriku ini
Diriku yang rapuh, lemah dan masih bergantung padamu...
Kumohon jangan pergi...

Kamis, 07 April 2011

Larut

Kemarin malam...
Aku duduk sendiri disudut kamarku
Termenung dalam kesunyian malam yang sendu
Rintik-rintik hujan yang jatuh di atap rumah
Berirama senada denganm alunan senar gitar yang kupetik
Larutku dalam melodi-melodi sendu yang kubuat
Bersama dengan dinginnya malam yang memelukku

Aku bernyanyi dan mengingat sesuatu tentang dirimu
Suaraku yang serak memang tak senada dengan melodi yang kumainkan
Terasa sesuatu perasaan yang perih dalam hati ini
Mengapa? Aku pun tak tahu...

Aku terus bernyanyi dan memainkan gitarku
Rintik-rintik hujan telah berhenti, tapi aku belum berhenti bernyanyi
Aku termenung sendirian dimalam yang dingin itu
Hanya bisa bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi sendirian
Karena aku tak ingin mendengar suara kesunyian
Dan aku tak ingin menangis dalam kesunyian ini

Kemarin malam...
Aku duduk sendiri di sudut kamarku
Aku tetap memainkan gitarku dan menangis...
Walaupun rintik hujan telah berhenti membasahi malam itu...

29 Juli

Waktu terus berputar...
Takkan pernah berhenti untuk menangisi raga yang telah mati
Jiwa-jiwa penasaran berkelana mencari kepastian
Berusha menghentikan waktu dengan tangannya yang kering dan rapuh
Tidak bisa kembali ke raga karena telah hancur dilumat tanah

Aku duduk disamping pusaran bisu itu
Membatu menatap nisan tua kelabu itu
Bermimpi untuk menjadi bagian dari mereka
Dan berharap bisa menghentikan waktu agar semuanya membeku
Tiada siang yang begitu panas dan tiada malam yang begitu dingin
Semuanya menjadi kelabu dan suram tanpa warna...

Waktu terus berputar...
Meninggalkan luka-luka masa lalu yang tak terperi
Aku masih duduk membisu disamping pusara bisu itu
Berpikir bagaimana caranya memutar balik waktu yang berlalu itu
Memecahkan memori-memori pahit dan indah yang pernah kualami
Kutatap nisan kelabu itu dan tersenyum getir
Kutinggalkan setitik kenangan yang tersisa itu dan berharap takkan pernah terulang lagi
Pada hidupku dan hariku yang baru disana
29 Juli 1993-29 Juli 2020

Sabtu, 02 April 2011

Lolongan Serigala Bodoh

Angin musim semi telah pergi...
Nyanyian musim panas telah berakhir...
Dedaunan musim gugur telah jatuh
Dinginnya musim dingin telah mencair...

Aku... Diriku...
Terdiam di dalam ruangan kamarku
Duduk sendirian menanti detik-detik Thanatos menjemputku pulang...
Aku sebenarnya tidak ingin makhluk kelam itu menjemputku!
Aku masih mau disini! Merasakan kehidupanku dan duniaku!

Hei...
Dengarkanlah laguku...
Lagu yang kubuat dengan nada-nada falset dan harmoni yang tak beraturan
Mungkin ini adalah lagu kematian untuk menyambut datangnya Thanatos yang kelam itu

Jam dinding pun berhenti berputar...
Mungkin dia pusing mendengarkan ocehanku yang tak karuan ini...

Bodoh! Apa karena penderitaanku ini, aku menjadi bulan-bulanan diriku sendiri!?
Apakah aku yang kalah oleh diriku sendiri berhak menjadi bulan-bulananmu!?
Otakku juga sedang berpikir!
Berpikir bagaimana caranya berlari dari kejaran kebodohanku dan bersembunyi di balik ketiak waktu untuk berubah!
Berpikir mencari jalan keluar yang terbaik tanpa menimbulkan masalah hidup!
Biarkan saja mereka yang mencaciku!
Biarkan saja mereka menyebutku bajingan!
Itu karena mereka saja yang tidak tahu! Tidak tahu kenapa aku berbuat seperti ini!

Dengar!
Apa yang kuperbuat ini atas dasar alasan yang belum kalian pahami!
Seenaknya saja menyebutku sebagai manusia yang tidak tahu malu!
Lihatlah dengan kedua mata telanjang kalian!
Kalau mau, akan kulumat dagingku sendiri didepan kalian!
Kuminum darah ayam cemani itu didepan mata kalian!
Agar kalian puas! Agar kalian tahu!!

Masalahnya...
Aku sendiri juga bodoh!
Kenapa aku tak mau menceritakannya...
Sebab... Aku tak mau mereka melolong mengolok-olok diriku!
Tapi biarlah...
Toh... Sekarang Thanatos sudah tiba.
Dia tersenyum penuh kelicikan kepadaku
Walaupun aku belum siap... Tapi ini memang sudah jalanku...

Kamis, 31 Maret 2011

Jalan Kehidupan

Jalan didepan itu masih misteri...Harus terus melangkah agar tahu apa yang ada didepan
Mungkin saja jalan bercabang yang dimana harus memilih
Atau jalan yang buntu yang berarti akhir dari segalanya...

Tapi untuk membuktikannya harus melangkah terus
Dan jangan berhenti di tengah-tengah...
Kadang kala menginjak kerikil-kerikil yang tajam
Atau tersandung batu yang tersebar dijalan itu
Pernah juga terjatuh karena tak mampu menahan lelah dan letih...

Jangan pernah berpaling dari jalan itu
Mungkin saja seseorang menunggu didepan sana sembari mengulurkan tangannya
Menolong, berjalan, dan berlari bersama di jalan itu...
Harapan itu takkan hilang bila terus berusaha untuk mewujudkannya
Kesempatan datang dua kali dan jangan di buang atau disia-siakan...

Jalan didepan itu masih misteri...
Percayalah, pasti bisa bertemu walau dirasa mustahil
Teruslah melangkah, berlari dan jangan menoleh kebelakang
Biarkan angin semangat dan kekuatan mendorong punggung
Karena agar tahu apa yang ada didepan
Harus terus melangkah...

Senin, 28 Maret 2011

Bangau-Bangau Kertas

Hei...
Masihkah aku ingat bangau-bangau kertas yang kuberikan padamu?
Mereka berwarna warni layaknya pelangi yang menghiasi langit...
Sayangnya... Mereka tak mampu terbang...
Walaupun mereka memiliki kedua sayap

Sama seperti aku...
Aku hanya manusia biasa...
Manusia biasa yang ingin mencintai orang secara sempurna
Tanpa kekurangan suatu apapun...
Walaupun semua itu hanya mimpi bagiku...

Masihkah kau ingat...
Bangau-bangau kertas yang kuberikan padamu?
Itu adalah tanda cintaku padamu...
Untuk selama-lamanya...

Selasa, 25 Januari 2011

Home

Langkah - langkah kecil dijalan setapak yang berliku

Bagai sekawanan anak kijang yang berlari riang

Membawa segenggam keceriaan dan kebahagiaan

Hati berdebar saat melihat laut yang biru

Kesedihan kini berganti kebahagiaan

Hati yang dulu sempat kalut

Dalam kesepian yang merasuki saat jauh dari rumah

Kini semuanya ada disini, berkumpul jadi satu

Merasakan angin yang berhembus lembut

Anak kecil tertawa riang membawa kincir angin mainan

Berlari kecil menyusuri jalan kecil itu

Teringat saat masa kecil yang indah

Bermain bersama kelinci putih

Tidur di pangkuan ayah dan ibu

Bermain dengan hujan dibawah payung biru yang besar

Mendengarkan suara serangga yang bernyanyi tiap musim panas

Berburu kunang-kunang di malam penuh bintang

Rindu cinta yang membara dari tempat itu

Ucapkan "Selamat datang" saat aku pulang kerumah

Dan aku akan berkata "Aku pulang" ketika kalian menyambutku pulang

Kesendirian kini berganti kebahagiaan

Aku pulang membawa kerinduan yang mendalam

Kususuri jalan setapak itu yang berliku itu

Untuk menuju tempat yang kusebut "rumah"



Jumat, 29 Oktober 2010

Sad Poem

Kau.... Janganlah menangis...

Aku memang harus meninggalkanmu

Bukan berarti aku takkan bersamamu...

Memang sungguh berat bagiku meninggalkanmu

Kau pasti juga begitu kan?

Kau tak rela aku harus meninggalkanmu sendirian

Kau tak rela berjalan tanpa aku

Tapi....memang inilah kenyataan

Tubuhku memang sudah tak bisa kau sentuh

Aku tak bisa memelukmu lagi

Aku tak bisa menghapus air matamu lagi

Aku juga tak bisa membelai kepalamu dengan lembut...

Sudahlah... Berhentilah menangis

Maafkan aku karena aku harus meninggalkanmu sendirian

Maafkan aku karena membuatku menangis atas kepergianku

Aku memang harus pergi... Aku memang harus menghilang

Tapi...bukan tak berarti aku harus bersamamu

Aku akan selalu bersamamu...

Walau aku tak tersentuh olehmu kini

Tapi....aku akan bersamamu dan menjagamu

Bersama angin yang membelaimu dengan lembut

Aku akan selalu menjagamu..... Selamanya

Kamis, 24 Juni 2010

Indahnya Dunia

Apa yang disebut taman yang paling indah adalah ketika kita bisa
membuat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia.
Apa yang disebut kesejukan yang paling sejuk adalah ketika kita bisa
di sisi orang yang kita sukai.

Apa yang membuat kita bisa berarti di mata orang yang kita sayangi
bukanlah pengorbanan kita untuk selalu disisinya atau pengorbanan kita
untuk selalu bersamanya.
Jangan jadi kan "pengorbanan" sebagai "alasan" untuk kita agar kita bisa berarti mata mereka!
Jangan jadikan "cinta" sebagai "alasan" untuk kita agar bisa berati di mata mereka!

Jadikan "dirimu" sebagai "alasan" untuk mereka bahwa kita sebenarnya "ada"!
Kita "ada" untuk mereka yang tidak "melihat" kita sebagai orang yang paling berarti untuk mereka>


PS : Ini puisi gaje bikinan saya sendiri