THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 13 April 2011

Gila

Kususuri jalan kecil berkerikil tajam itu
Bersama angin kesepian yang berhembus menusuk tulang
Wajahku memucat... Begitupula bibirku
Detik jarum jam menemani dan selalu berdetik
Tik... Tik... Tik... Dengan keserasian nada yang teratur
Terdengar seolah seperti lagu kesepian untukku

Jiwa ini melayang jauh... Jauh menembus langit
Lalu jatuh terhempas... Kemudian hancur berkeping-keping seperti piring pecah
Pecahan itu terinjak oleh kakiku... Terinjak-injak dan terlindas
Sakit memang... Tapi aku tidak menangis...
Untuk apa menangis? Airmataku sudah lama kering
Kering dan tandus... Melebihi keringnya gurun pasir...

Kulepaskan pecahan itu yang menancap seperti paku dikakiku...
Sakit... Luar biasa sakit... Tapi aku tidak menangis...
Semua itu kurobek-robek! Kurobek-robek seperti kertas yang tak berdosa!
Kemudian kubakar hingga menjadi abu! Lalu kulumat habis-habis!
Setelah itu... Aku kembali berjalan
Menyusuri jalan kecil berkerikil tajam yang tiada habis itu
Biar saja mereka menyebutku gila!
Karena mereka yang menyebutku gila lebih gila dari diriku

0 komentar: